Kamis, 03 Januari 2008

FUNGSI DAN UNSUR-UNSUR DALAM KOMUNIKASI MASSA

1. Pengertian dan unsur-unsur komunikasi massa

Komunikasi massa merupakan komunikasi yang mencakup pada tingkat masyarakat luas, dilakukan dengan menggunakan media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Dalam komunikasi massa terdapat unsur-unsur penting yang saling berkaitan satu sama lain. Unsur-unsur tersebut adalah:

Komunikator

Komunikator adalah pihak yang menggunakan media massa dengan teknologi telematika modern sehingga dalam menyebarkan suatu informasi dapat ditangkap dengan cepat oleh publik. Komunikator dalam komunikasi massa berusaha untuk menyebarkan informasi, pemahaman, wawasan dan solusi-solusi dengan masayarakat luas yang tersebar dimana-mana dan tanpa diketahui dengan jelas keberadaan mereka. Dengan kata lain komunikator mencoba untuk berkomunikasi yang ditujukan pada masyarakat yang relatif lebih luas, sifatnya heterogen dan anonim, pesan-pesanya disampiakan secara umum, menajangkau khalayak luas secara serempak dan bersifat serentak.

Komunikator berada pada suatu organisasi yang kompleks dan menggunakan biaya besar untuk menyusun dan megirimkan pesan. Disisi lain komunikator juga mencari keuntungan dari penyebaran informasi itu. Sebagai contoh dapat dilihat dari seorang komunikator dalam media massa, komunikator dalam media massa bekerja pada sebuah organisasi yang kompleks dan mengandung suatu pembagian kerja yang ekstensif dan menggunakan biaya tertentu bersamaan dengan pekerjaan tersebut.

Media massa

Dalam komunikasi massa, media adalah alat yang dapat menghubungakan antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka, di mana setiap orang dapat melihat, membaca dan mendengarnya. Media dalam komunikasi massa dibedakan menjadi dua macam, yaitu media cetak (misalnya surat kabar dan majalah) dan media elektronik (misalnya radio dan televisi).

Dengan demikian media massa merupakan media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara masal dan diakses secara masal pula. Media massa mempunyai paradigma sebagai agen of change (pelopor perubahan), untuk itulah media massa berperan untuk:

- Media massa berperan sebagai media edukasi yang senantiasa mendidik masyarakat supaya cerdas dan menjadi masyarakat yang maju.

- Media massa berperan untuk meyampaikan informasi pada masyarakat.

- Media massa berperan sebagai media hiburan. Selain itu media massa juga menjadi institusi budaya, yaitu institusi yang menjadi corong kebudayaan.

Informasi massa

Informasi massa merupakan pesan atau informasi yang diperuntukkan kepada masyarakat secara masal. Komunikasi massa adalah komunikasi umum dan bukan bersifat pribadi, pesan yang disampaikan bukan ditujukan kepada satu orang saja karena isinya bersifat terbuka bagi seluruh masyarakat. Pesan dalam komunikasi massa berjalan secara cepat dan selintas. Dikatakan cepat karena pesan yang disampaikan kepada khalayak penerima relatif singkat atau bahkan dengan segera. Sedangkan dikatakan selintas karena pesan yang dikomunikasikan biasanya dibuat agar dapat dikonsumsi dengan segera dan bukan untuk diingat-ingat.

Gatekeeper

Gatekeeper adalah penyeleksi informasi. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa komunikasi massa di jalankan dalam suatu organisasi media massa, maka orang-orang yang berada dalam oraganisasi tersebut yang akan meyeleksi setiap informasi yang akan disiarkan maupun yang tidak disiarkan. Mereka juga memiliki kewenagan untuk memperluas dan membatasi informasi yang akan disiarkan.

Khalayak

Khalayak adalah massa penerima informasi yang disebarkan oleh media massa. Mereka terdiri dari publik pendengar atau pemirsa sebuah media massa. Komunikasi massa ditujukan pada khalayak luas yang heterogen dan anonim. Bersifat heterogen karena pesan atau informasi yang disampaikan terbuka untuk umum dan tidak diarahkan kepada kelas-kelas tertentu saja yang ada dalam masyarakat. Sedangkan bersifat anonim karena anggota-anggota khalayak secara individual tidak dikenal atau diketahui oleh komunikatornya.

Umpan balik

Umpan balik dalam komunikasi massa umumnya bersifat tertunda, hal tersebut berbeda dengan umpan balik pada komunikasi tatap muka yang bersifat langsung. Namun dengan seiring perkembangan teknologi maka umpan balik yang bersifat tertunda pada komunikasi massa sudah ditinggalkan.

2. Fungsi komunikasi massa dalam masyarakat:

Secara umum komunikasi massa berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Namun seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media audiovisual, menyebabkan fungsi media massa telah mengalami banyak perubahan.

Berikut ini beberapa fungsi komunikasi massa dalam masyarakat:

Fungsi pengawasan

Media massa merupakan media yang dapat digunakan untuk mengawasi segala aktifitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan dengan aktifitas prefentif unutk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pemberitaan tentang bahaya HIV AIDS bagi kehidupan masyarakat yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan pada masyarakat luas, maka fungsi prefentifnya agar masyarakat terjerumus dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan penyakit HIV AIDS.

Sedangkan fungsi persuasif sebagai upaya untuk memberikan reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang dilakukanya. Media massa dapat memberikan reward kepada aktifitas masyarakat yang bermanfaat bagi anggota masyarakat lainya, namun jika aktifitas yang dilakukan tidak bermanfaat dan bahkan merugikan fungsi-fungsi sosial lainya dalam masyarakat maka akan diberikan punishment.

Selain itu pengawasan yang dilakukan media massa dapat memberikan peringatan mengenai ancaman dan bahaya yang mengancam masyarakat, misalnya peringatan akan banjir dan badai. Dengan peringatan tersebut masyarakat dapat mencegahnya atau minimal mampu untuk berlindung dan menyelamatkan diri.

Fungsi social learning

Fungsi utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat. Media massa bertugas untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat di mana komunikasi itu berlangsung. Fungsi komunikasi massa ini dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi paedagogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, karena sifatnya maka fungsi paedagogi hanya dapat berlangsung secara eksklusif antara individu tertentu saja.

Fungsi penyampaian informasi

Komunikasi massa yang menggunakan media massa, memiliki fungsi sebagai proses penyampaian informasi kepada masyarakan luas. Komunikasi massa memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informatif tercapaidalam waktu cepat dan singkat.

Fungsi transformasi budaya

Komunikasi massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan bersama-sama dengan semua komponen dalam komunikasi massa, terutama yang didukung oleh media massa. Fungsi transformasi budaya menjadi sangat penting dan terkait dengan fungsi-fungsi sosial lainya terutama fungsi social learning, meskipun demikian fungsi transformasi budaya lebih pada tugas sebagai bagian dari budaya global.

Media massa menyebarluaskan hasil-hasil kebudayaan melalui pertukaran program siaran radio, televisi dan bahkan melalui media cetak. Dengan adanya perkembangan teknologi maka dapat menimbulkan suatu perubahan-perubahan budaya. Karena penggunaan teknologi akan memudahkan bertemunya berbagai macam budaya dari luar. Jadi, komunikasi massa memainkan peranan penting dalam proses transformasi budaya.

Hiburan

Media massa mendesain program-programnya dengan salah satu tujuan untuk menghibur masyarakat. Mereka memberi hiburan untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak mungkin, sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada para pengiklan dan mereka akan memperoleh keuntungan. Sedangkan disisi masyarakat hiburan sangat diperlukan untuk mengisi waktu

luang dan menjadi sarana untuk rekreasi. Misalnya acara komedi di televisi akan membantu masyarakat untuk sejenak melupakan kepenatan dan kejenuhan dalam mengerjakan tugas sehari-hari, sehingga setelah melihat tayangan tersebut akan diperoleh fikiran yang lebih segar dan rileks.

Menyakinkan (to persuade)

Persuasi dapat datang dalam bentuk:

- Mengukuhkan atau memperkuat sikap

Media mengukuhkan atau membuat kepercayaan, sikap, nilai dan opini menjadi lebih kuat. Misalnya orang-orang yang religius akan mendengarkan pesan-pesan yang sesuai dengan kepercayaanya dan mereka akan menjadi lebih kuat dalam menyakini kepercayaan mereka. Karena dalam penyampaian pesan tersebut berisi tentang suatu nilai-nilai yang memperkuat pemahaman mereka tentang suatu hal dalam kepercayaan yang mereka anut, sehingga mereka akan menjadi lebih yakin.

- Mengubah

Media dapat mengubah sikap, kepercayaan atau nilai seseorang. Misalnya, tayangan talk show di televisi yang mengetengahkan tema tentang pentingnya mengatur pola makan yang baik. Dengan melihat tayangan tersebut pertama orang akan merasa tertarik kemudian akan berusaha untuk menyimak dan mendengarkan penjelasan dari ahli yang ditampilkan dalam tayangan tersebut. Setelah itu penjelasan-penjelasan yang didapat akan diterima dan dicamkan dalam fikiran, sehingga akan memunculkan suatu sikap yang baru dalam hal mengatur pola makan sehari-hari.

- Menggerakan

Ditinjau dari sudut pandang pengiklan, fungsi terpenting dari media adalah menarik konsumen untuk menagambil tindakan. Media berudaha mengajak pemirsa atau pembaca untuk membeli produk dengan merek tertentu. Setelah suatu sikap dibentuk atau suatu pola perilaku dimantapkan, media berfungsi untuk menyalurkanya dan mengendalikanya kea rah tertentu.

Menciptakan rasa kebersatuan

Banyak orang yang selama ini tidak menyadari bahwa komunikasi massa dapat membuat kita menjadi anggota suatu kelompok. Selain itu dengan adanya media massa dapat dimanfaatkan untuk dapat menjembatani perbedaan-perbedaan yang, misalnya perbedaan etnis. Sehingga dengan adanya media massa dapat untuk memupuk dan memperkokoh persatuan bangsa.

Kamis, 27 Desember 2007

Efek Penggunaan Media Dalam Komunikasi Massa

Komunikasi massa merupakan komunikasi yang mencakup pada tingkat masyarakat luas, dilakukan dengan menggunakan media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Dalam komunikasi massa media yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dibedakan menjadi dua, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti halnya surat kabar, majalah dan buku. Sedangkan media elektronik antara lain film, komputer, televisi dan video recording. Media tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat, sehingga pesan atau informasi yang disampaikan melalui media massa akan sangat berpengaruh pada masyarakat luas.

Pengaruh yang diberikan oleh media massa mencakup pada individu, masyarakat dan juga kelompok. Di dalamnya terdapat aspek-aspek yang bermanfaat bagi masyarakat, maupun aspek-aspek yang merusak nilai dan norma masyarakat. Pangaruh yang diberikan oleh media massa dapat pula mempengaruhi pola sikap, perilaku dan bahkan pada cakupan yang lebih luas media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem sosial maupun budaya masyarakat.

Efek media massa dapat dirasakan oleh seseorang dalam waktu yang relatif singkat, sehingga dapat mempengaruhi seseorang dalam waktu yang cepat pula. Namun terkadang efek media massa baru dapat dirasakan pada waktu yang relatif lama, sehingga perubahan-perubahan atau pengaruh yang dirasakan oleh seseorang akan terasa setelah beberapa waktu. Hal tersebut dikarenakan adanya efek media massa yang terjadi dengan sendirinya atau disengaja maupun dengan tidak disengaja.

Contoh efek media massa yang terencana dan memiliki efek yang relatif singkat adalah kampanye media seperti iklan. Pada tayangan iklan penonton akan digerakkan minatnya untuk membeli suatu produk dan kemudian diarahkan untuk membeli produk dengan merek tertentu. Setelah menyaksikan iklan tersebut maka akan timbul efek tertentu, misalnya keinginan untuk membeli maupun keengganan untuk membeli produk yang diiklankan tersebut.

Tayangan iklan yang ditampilkan di televisi kini seolah telah menguasai pikiran manusia dengan cara membangun teater dalam pikiran manusia. Contohnya pada iklan produk kecantikan yang menawarkan solusi untuk menghilangkan kerutan pada wajah dan mencerahkan sekaligus memutihkan wajah. Dalam tayangan tersebut digambar betapa mudahnya mendapatkan wajah yang putih, segar dan tanpa kerutan hanya dengan waktu yang relatif singkat. Namun, pada kenyataanya untuk mendapatkan wajah yang putih, segar dan tanpa kerutan tidaklah semudah itu. Gambaran tersebut hanya realitas yang di bangun oleh iklan dalam media televisi untuk menjelaskan betapa hebatnya sebuah produk, sehingga penonton akan mengambil kesimpulan bahwa jika ia menggunakan produk tersebut akan menjadikan wajahnya berubah menjadi lebih putih, segar dan tanpa kerutan.

Jadi, relitas iklan televisi hanya ada dalam televisi. Realitas itu di bangun berdasarkan pada gambaran realitas seorang copywriter dan visualiser tentang citra produk yang akan ditampilkan. Namun ketika tayangan iklan tersebut sudah berakhir gambaran mengenai iklan tersebut masih ada dalam pikiran penonton, sehingga akan mempengaruhi pola pikir masyarakat. Dengan adanya tayangan iklan yang begitu banyak dan dikemas secara menarik sekaligus tampak begitu menjanjikan, maka akan menimbulkan minat untuk membeli produk yang diiklankan. Meskipun terkadang produk yang diiklankan bukan merupakan kebutuhan pokok. Sehingga dalam masyarakat akan muncul suatu gaya hidup yang baru yaitu gaya hidup konsumtif.

Sedangkan contoh efek media massa yang tidak dikehendaki dan berjalan dalam waktu lama adalah tayangan yang berbau kekerasan seperti sinetron laga. Dengan adanya tayangan tersebut masyarakat memang tidak akan secara langsung mengikuti tindakan tersebut. Tetapi dalam waktu yang lama dan tanpa disadari, acara tersebut dapat menciptakan suatu jalan keluar bagi penonton ketika dihadapkan pada masalah yang sama seperti yang ditampilkan pada sinetron tersebut. Sehingga sering dijumpai di dalam masyarakat adanya tindakan main hakim sendiri jika daerahnya terjadi kasus pencurian. Padahal tindakan tersebut tidak boleh dilakukan dan bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Dua contoh diatas memang sering terjadi akibat tayangan televis. Ternyata televisi membawa banyak pengaruh bagi individu maupun masyarakat. Kini tayangan televisi yang berbau horor sedang digemari oleh masyarakat bahkan kini para produser film beramai-ramai membuat film horor demi merauk rupiah yang banyak. Namun, sepertinya para produser film dan stasiun-satsiun televisi seolah kurang memperhatikan efek negatif dari tayangan yang berbau horor.

Tayangan horor dapat mempengaruhi sikap dan bahkan mengubahnya. Tayangan horor dapat membentuk sikap penakut bagi anak-anak yang menyaksikanya, sikap itu akan dibawanya hingga dewasa. Jika sikap tersebut dibiarkan terus maka dapat menimbulkan paranoid (ketakutan yang berlebihan pada suatu hal).

Selain tayangan horor, tayangan film-film kartunpun dapat membawa dampak yang negatif bagi masayarakat, khususnya pada anak-anak. Tayangan kartun yang banyak menampilkan tingkat imajinasi tinggi, kadang membuat anak-anak sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam imajinasi. Pernah terjadi satu kejadian yang mengejutkan ketika ada anak yang menirukan gaya Doraemon dan Nobita terbang dengan baling-baling bambu. Anak itu mencoba meniru adegan tersebut dengan melompat dari almari, hasinya anak tersebut terjatuh dan mengalami cidera. Sebenarnya film kartun ini dibuat agar menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat, namun ternyata di dalamnya terdapat efek yang tidak dikehendaki seperti yang telah dijelaskan diatas.

Disamping itu tayangan film-film yang berasal dari barat biasanya sering menampilkan adegan-adegan yang tidak sopan, seperti berciuman dan berpelukan di depan umum juga sangat mempengaruhi masyarakat dalam pola fikir dan perilaku mereka. Kini dikalangan anak muda telah muncul anggapan bahwa adegan yang ada di film menjadi suatu hal yang lumrah. Padahal adegan tersebut sangat bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku.

Masuknya film-film barat ke Indonesia juga dapat melunturkan kebudayaan dan identitas nasional. Karena dalam setiap tayangan film tersebut digambarkan pula tentang gaya hidup dan budaya yang mereka miliki. Sehingga masyarakat akan menganggap bahwa gambaran yang seperti itu adalah gaya hidup yang modern. Jika hal itu terus berlangsung, maka lama-kelamaan rasa cinta tanah airpun akan ikut memudar juga.

Jika dirinci lebih lanjut, maka efek media massa bagi kehidupan masyarakat sebagai berikut:

- Terjadinya perilaku imitasi (perilaku meniru) terhadap hal-hal yang baru, padahal belum tentu apa yang ditiru itu baik dan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat.

- Terjadinya penyebaran budaya global yang menyebabkan masyarakat berubah dari tradisional ke modern. Disamping itu dengan penyebaran budaya global dapat melunturkan berbagai bentuk kesenian dan budaya nasional. Penyebaran budaya global juga dapat membentuk suatu gaya hidup baru dalam masyarakat, yaitu gaya hidup konsumtif dan gaya hidup yang serba bebas. Misalnya melalui pemberitaan yang berbau porno menyebabkan lunturnya norma-norma dalam masyarakat, khususnya norma yang mengatur aturan pergaulan antar lawan jenis. Sekarang dengan adanya tayangan yang berbau porno dapat menimbulkan pergaulan bebas dan seks sebelum menikah.

- Efek media massa yang terkadang secara tajam menyoroti seseorang dapat merusak nama baik orang yang diberitakan tersebut dan dapat pula menimbulkan pembunuhan karakter.

Meskipun demikian penggunaan media massa dalam proses komunikasi massa akan sangat membantu mempercepat peyaluran informasi atau pesan. Penggunaan media massa juga akan menunjang dalam menyediakan hiburan, mengintegrasikan masyarakat dan dapat pula dijadikan sebagai media pembelajaran.

Untuk menanggulangi efek negatif dari media massa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

- Masyarakat sebaikanya harus bersikap realistis terhadapa semua tayangan yang ada di media massa baik media cetak maupun elektronik. Masyarakat harus dapat membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang hanya merupakan imajinasi belaka.

- Masyarakat harus dapat bersikap bijak menyikapi segala macam pesan maupun informasi yang ditayangkan melalui media massa. Misalnya bersikap bijak dalam menyikapi iklan-iklan yang menawarkan berbagai keunggulan suatu prodak dan harga yang menggiurkan. Sehingga dengan berlaku bijak akan dapat menghindarkan perilaku konsumtif.

- Sebaiknya damping anak ketika sedang menyaksikan tayangan televisi apapun. Sehingga jika ada hal-hal yang kurang sesuai dengan perkembangan anak orang tua dapat mematikan atau mengganti saluran televisi. Selain itu orang tua juga dapat memberikan pengarahan dan bimbingan ketika menonton televisi.

- Fungsi dari lembaga sensor film harus lebih di tingkatkan, agar adegan-adegan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarkat dapat dihilangkan.

- Sebaiknya para produser film maupun sinetron bukan hanya mengejar keuntungan saja, alangkah lebih baiknya jika para produser lebih berorientasi untuk mendidik masyarakat. Agar tayangan yang dibuat memiliki mutu yang tinggi.

- Menumbuhkan kembali sikap cinta tanah air, agar pengaruh masuknya budaya asing tidak akan melunturkan kebudayaan dan identitas nasional.

PENGARUH PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME TERHADAP KETAHANAN EKONOMI BANGSA INDONESIA

Keterpurukan yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini pada bidang ekonomi, politik, social-budaya dan bidang hukum berasal dari suatu penyakit yang telah lama menggrogoti tubuh bangsa Indonesia, penyakit tersebut adalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). KKN kini telah menjadi sesuatu hal yang wajar terjadi di Indonesia bahkan dapat dikatakan bahwa KKN telah membudaya dalam masyarakat. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya tradisi dalam masyarakat yang dimulai pada zaman kerajaan, tradisi tersebut adalah penyerahan upeti kepada raja atau ratu. Tradisi tersebut hingga sekarang masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Padahal dari tradisi tersebut dapat muncul suatu tindak KKN.

Praktek KKN biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, mereka melakukan tindakan KKN karena adanya kesempatan. Hal itu dapat diperkuat dengan dalil yang dikemukakan oleh Lord Action (seorang ahli sejarah Inggris) tentang kekuasaan, yang menyatakan bahwa, “Power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely,” artinya manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaan itu, tetapi manusia yang mempunyai kekuasaan tidak terbatas pasti akan menyalahgunakanya. Maka dari itu di Indonesia banyak pejabat negara yang terlibat dalam tindak korupsi. Korupsi telah telah melanda seluruh lapisan pemerintahan mulai dari yang paling rendah hingga ke tingkat atas, yaitu presiden. Bahkan institusi yang ditunjuk pemerintah untuk menangani dan mengawasi KKN justru ikut larut dalam arus KKN.

Adapun penyebab terjadinya tindak KKN adalah:

- Munculnya paham materialisme

Dengan munculnya paham materialisme dalam kehidupan masyarakat maka dapat menimbulkan cara berfikir yang hanya memandang kebendaan atau materi. Sehingga segala sesuatu akan diukur dengan materi.

- Moral dan akhlak yang rendah

Rendahnya moral dan akhlak masyarakat akan menimbulkan pandangan hidup yang hanya mementingkan keduniawian saja, sehingga munsulah hedonisme. Akhlak yang rendah akan menurunkan tingkat rasa malu pada individu, sehingga jika ia mengambil uang atau hak dari orang lain akan merasa biasa-biasa saja seolah tidak pernah melakukan pelanggaran.

- Nafsu keserakahan

Rasa kesarakahan akan menimbulkan rasa yang tidak akan kunjung puas untuk memiliki suatu benda maupun materi dalam bentuk uang. Dengan adanya keserakahan dapat pula membutkan mata hati seseorang, sehingga bisa saja memperoleh rejeki dengan cara yang tidak halal.

Praktik dapat menimbulkan beberapa kerugian bagi Negara, kerugian yang sangat dirasakan oleh Negara adalah kerugian dalam ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi KKN telah mengakibatkan kurang optimalnya pembangunan ekonomi yang dijalankan oleh Negara. Hal itu disebabkan hasil yang diperoleh Negara menjadi lebih kecildari yang seharusnya dapat dicapai. Disamping itu muncul pula ketidakadilan dalam pemerataan hasil pembangunan serta adanya ketidakadilan dalam pemberian kesempatan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Hal tersebut dapat terjadi dengan cara pemberian fasilitas yang istimewa kepada pihak tertentu sehingga akan menutup peluang bagi pihak yang lain.

Untuk itulah dibutuhkan upaya dalam menangguilangi KKN, upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara:

- Menegakkan hukum yang seadil-adilnya.

- Membenahi birokrasi ditingkat pusat maupun daerah.

- Dibutuhkan sosok atau figure yang dapt untuk diteladani

- Melakukan efisiensi jumalah pegawai.

- Diperlukan adanya reformasi dalam kelembagaan, misalnya pada lembaga peradilan.

- Adanya pengawasan yang dilakukan secara ketat terhadap kekuasaan eksekutif dan sebaiknya pengawasan dan pemeriksaan tersebut harus benar-benar independent dan efektif.

- Dibutuhkan lembaga-lembaga di luar birokrasi yang kuat, seperti LSM dan ORMAS masyarkat dapat ikut serta mengawasi jalanya pemerintahan.

Jika hal tersebut dapat dijalankan dengan baik maka ketahanan dalam bidang ekonomi akan kembali pulih. Namun jika fenomena KKN ini tetap dibiarkan saja dan tidak ada tindakan yang tegas dari pemerintah, maka KKN akan semakin menggrogoti ekonomi bangsa. Hal itu dikarenakan KKN adalah musuh utama dalam perekonomian suatu negara. Mengingat bahwa dengan adanya tindak KKN pemerataan pembangunan akan sulit tercapai, sehingga sulit untuk menciptakan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Kamis, 13 Desember 2007

KETAHANAN NASIONAL

GLOBALISASI DAN PENGARUHNYA

TERHADAP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Indonesia memiliki letak geografis yang berada pada posisi silang dunia yang tentunya akan sangat menguntungkan dalam menjalin hubungan kerjasama maupun menyampaikan pandanganya di kancah internasional. Namun tentunya terdapat sebuah konsekuensi lain yang harus diterima Indonesia sebagai Negara yang letaknya berada pada posisi silang dunia. Dengan berada pada posisi tersebut Indonesia akan banyak mendapatkan pengaruh-pengaruh asing, sehingga akan sangat mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku masyarakatnya.

Termasuk di dalamnya terdapat pengaruh globalisasi yang dipercepat dengan kemajuan teknologi. Sehingga tiada satu masyarakatpun yang dapat menutup dirinya dari globalisasi. Jika menutup diri berarti akan ketinggalan dalam gerak perubahan dunia dan tersingkir dari pergaulan internasional. Namun jika menerima seluruh pengaruh globalisasi maka dapat menciptakan suatu ancaman bagi ketahan nasional, karena memeng tidak semua pengaruh yang datang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan belum tentu juga akan berdampak positif bagi masyarakat.

Munculnya arus globalisasi jelas mempunyai dampak terhadap eksistensi kebudayaan bangsa sebagai kelanjutan meningkatnya pertemuan antar budaya. Terkadang pertemuan antar budaya terjadi tidak secara timbal-balik, justru berlangsung dengan kecenderungan satu arah. Bahkan dapat dikatakan pula Negara-negara berkembang seperti Indonesia akan cenderung lebih bersifat terbuka terhadap pengaruh globalisasi daripada Negara-negara industri maju.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan negara-negara industri maju telah lebih dahulu menguasai teknologi. Dengan penguasaan teknologi itulah Negara-negara maju dapat memperkenalkan berbagai macam gagasanya serta memperkenalkan gaya hidup global yang tersaji dalam media masa sehingga dapat menjangkau masyarakat luas. Selain itu adanya ketergantungan dari negara-negara berkembang kepada negara-negara maju yang memiliki kemampuan ekonomi, teknologi dan tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang tinggi.

Globalisasi telah menjadi media bagi penyebaran nilai-nilai budaya asing ke dalam wilayah Indonesia yang harus kita waspadai. Dalam pertemuan antar budaya global tampak bahwa pihak yang didukung dengan teknologi canggih akan lebih berfungsi sebagai pengalih nilai-nilai kebudayaan dan norma-norma kemasyarkatan. Sedangkan bagi pihak yang terbelakang atau tertinggal dalam penguasaan teknologi cenderung akan menjadi penerima.

Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut bisa jadi akan mengakibatkan kepunahan terhadap suatu kebudayaan. Kepunahan ini dapat terjadi ketika ketahanan budaya suatu masyarakat mengalami kerapuhan, akibatnya dalam proses pertemuan antar budaya mudah menyerah pad dominasi kebudayaan asing.

Untuk itulah dibutuhkan suatu ketahanan sosial budaya yang kuat dalam menghadapi tekanan kebudayaan asing. Karena jika ketahanan budaya kuat maka dampak negative dari globalisasi dapat diminimalisir dan dampak dari arus globalisasi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat demi kemajuan sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kerjasama dengan negara-negara industri maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangakn untuk meminimalisir dampak negatif dari globalisasi sebaiknya pada masing-masing warga Negara ditanamkan sikap selektif dan berusaha untuk menyaringsetiap nilai kebudayaan asing.

PEMANASAN GLOBAL

PEMANASAN GLOBAL

Dewasa ini perhatian seluruh dunia banyak tertuju pada pemanasan global. Hal tersebut dikarenakan dampak dari pemanasan global sudah mulai dirasakan oleh negara-negara di seluruh dunia. Dengan adanya pemanasan global maka dapat mengakibatkan perubahan iklim yang tidak menentu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam bencana alam. Dalam surat kabar Seputar Indonesia, tertulis bahwa terdapat 10 negara yang paling terpengaruh akibat perubahan iklim pada periode 1998-2006, yaitu:

  • Honduras, mengalami bencana badai Mitch pada tahun 1998 yang mengakibatkan 5.600 orang tewas.
  • Nikaragua, mengalami bencana badai Mitch pada tahun 1998 yang mengakibatkan 2.800 orang tewas.
  • Bangladesh, sering terjadi gelombang panas, badai dan banjir.
  • Vietnam, sering terjadi gelombang panas, badai dan banjir.
  • Republik Dominika, terjadi bencana badai Mitch pada tahun 1998, yang menewaskan 3.500 orang tewas.
  • Haiti, mengalami bencana gelombang panas dan terjadi banjir pada tahun 2004.
  • India, sering mengalami gelombang panas, badai dan banjir.
  • Venezuela, mengalami banjir pada tahun 1999.
  • Prancis, terjadi gelombang panas pada tahun 2003.
  • Jerman, terjadi gelombang panas pada tahun 2003.

Sedangkan Indonesia menduduki peringkat nomor 35 dunia. Indonesia sering mengalami gempa, banjir dan longsor, yang mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dengan beribu-ribu pulau dan terletak pada daerah Katulistiwa, akan mengalami dampak buruk akibat terjadinya pemanasan global yang dapat mengakibatkan perubahan iklim yang tidak menentu dan sulit untuk ditebak kapan musim kemarau maupun kapan musim penghujan. Hal tersebut sekarang memang sudah terbukti. Sekarang baik musim hujan maupun musim kemarau terjadi tidak pada waktunya dan tidak merata diseluruh daerah di Indonesia. Misalnya pada beberapa bulan yang lalu di daerah Kalimantan telah mengalami musim penghujan bahkan samapai mengakibatkan banjir, namun di daerah lain belum hujan sama sekali.

Tanda-tanda telah terjadinya pemanasan global tidak berhenti pada situ saja, masih banyak peristiwa lain yang menggambarkan bahwa pemanasan global benar-benar terjadi dan sangat mengancam keberlangsungan hidup umat manusia dan untuk seluruh makhluk hidup yang lain. Contoh lain dapat terlihat pada keadaan Danau Bayan yang terletak di Buleleng, Bali. Kini danau tersebut telah mengalami penurunan muka air. Berdasarkan penelitian, ternyata ditemukan tiga penyebab penurunan muka air di Danau Bayan, salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim. Danau Bayan pada musim kemarau curah hujanya rata-rata 70 milimeter per bulan. Namun sermenjak tahun 2002 curah hujan di musim kemarau hanya mencapai 0-5 milimeter. Penurunan curah hujan hingga mencapai di bawah normal merupakan indikasi adanya dampak dari pemanasan global.

Pemanasan global memang suatu momok besar bagi seluruh bangsa yang ada di dunia. Jika pemanasan global terus dibiarkan, maka entah bagaimana kelangsungan hidup kita. Indonesia yang memeliki pulau-pulau baik besar maupun kecil sangat rentan kehilangan pulau-pulau yang menjadi daerah kedaulatanya. Hal itu dikarenakan dengan adanya pemanasan global maka es-es yang berada di kutub Utara maupun dari kutub Selatan akan mencair, yang lama kelamaan air tersebut akan menggenagi pulau-pulau kecil dan secara tiba-tiba pulau-pulau kecil yang ada akan hilang tenggelam.

Ternyata dampak dari mencairnya es-es yang berada pada Kutub Utara maupun Kutub Selatan tidak selalu ditandai dengan tenggelamnya pulau-pulau kecil. Misalnya saja saat terjadi gelombang pasang di Pantai Kuta menyebabkan air laut pasang sampai 90 cm dari kondisi sekarang. Sehingga air laut dapat mencapai lobi hotel, areal pantai dan jalan sepanjang pantai berubah menjadi lautan.

Untuk itulah dibutuhkan kerjasama antar negara-negara baik oleh negara-negara pemilik hutan hujan tropis maupun bagi negara-negara yang banyak menggunakan emisi gas buang paling banyak. Sehingga, jika negara-negara yang menggunakan emisi gas buang yang paling banyak dapat mengurangi penggunaanya, maka laju dari pemanasan global dapat ditekan. Tentunya Negara-negara pemilik hutan hujan tropispun sebaiknya juga tetap menjaga kelestarian hutanya.

Kamis, 06 Desember 2007

LOLOAN BARAT

LOLOAN BARAT

Pulau Bali merupakan pulau yang banyak meyimpan keindahan alam dan banyak meyimpan kesenian tradisional yang khas. Disamping itu Bali dikenal oleh masyarakat sebagai pulau dengan penduduk yang beragama Hindu. Namun ternyata pada masyarakat Bali tidak hanya dijumpai masyarata yang beragama Hindu saja, disana juga terdapat masyarakat yang bergama Islam, Budha dan Kristen. Mereka hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan kepercayaan yang dianut. Masing-masing pemeluk agama saling menghormati dan saling membantu.

Provinsi Bali terbagi dalam beberapa kabupaten salah satunya adalah Kabupaten Jembrana, di kabupaten ini terdapat desa Loloan Barat yang merupakan daerah dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Daerah Jembrana merupakan pintu gerbang bagian Barat Pulau Bali dengan luas wilayah 841,80 kilometer persegi dengan pusat pemerintahanya di Kota Negara yang jaraknya 95 kilometer dari ibu kota provinsi.

Kampung Loloan dipisahkan oleh Sungai Ijogading sejak Jembrana menjadi kabupaten pada tahun 1952 terbagi menjadi 2 wilayah administrative yaitu, kelurahan Loloan Barat dan Kelurahan Loloan Timur sebagai bagian Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Topografi Loloan bagian Timur merupakan dataran rendah yang sebagian besar tanahnya berpasir, hal ini disebabkan oleh letak kelurahan yang tidak jauh dari dari laut (Samudera Indonesia). Karena itu dahulu pada abad ke-18 hingga abad ke-19 Loloan berfungsi sebagai pelabuhan besar yang letaknya sangat strategis karena berdekatan dengan pelabuhan Kuta dan Tuban.

Masyarakat Loloan Barat mayoritas beragama Islam, disamping itu masyarakat Loloan Barat juga ada yang memeluk agama Kristen, Hindu dan Budha. Jika dirinci lebih jau lagi penganut agama Islam sebanyak 37,04 orang, penganut agama Kristen sebanyak 5 orang, Hidu 61 orang dan Budha 6 orang. Hal tersebut merupakan keunikan dari daerah Loloan Barat.

Islam masuk di Loloan pada tahun 1653-1655, dibawa oleh ulama dari Bugis. Ia mendirikan masjid di Jembrana tepi Sungai Ijogading. Orang Hindu menyebut masyarakat Loloan dengan sebutan “Nyame Islam” yang artinya saudara Islam dan masyarakat Loloan menyebut orang Hindu dengan sebutan “Nyame Bali” yang artinya saudara Hindu.

Dahulu masyarakat Loloan Barat banyak bekerja sebagai nelayan, namun seiring berjalananya waktu para penduduk beralih menekuni pekerjaan sebagai buruh atau swasta dan sebagai pedagang. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah di daerah tersebut yang menjadikan tempat mereka mencari nafkah menjadi semakin sempit, walhasil mereka harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari dan untuk itu mereka banyak beralih menjadi pedagang dan bahkan menjadi buruh/swasta.

Kamis, 29 November 2007

SERTIFIKASI GURU

SERTIFIKASI GURU

Sertifikasi merupakan salah satu upaya dari pemerinyah dalam meningkatkan mutu pendidikan juga sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru itu sendiri. Hal itu dikarenakan dengan adanya sertifikasi maka otomatis guru-guru akan terus meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru. Kompetensi guru menurut undang-undang guru dan dosen, guru harus harus memiliki emapat kompetensi, yaitu kompetensi padegogi, kompetensi kepribadian, kompetensi profesi dan kompetensi sosial.

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sertifikasi merupakan sebuah uji kompetensi bagi seorang guru untuk mendapatkan pengakuan secara resmi dari pemerintah, jika guru telah dapat melalui tahapan sertifikasi maka ia akan berhak mendapatkan sertifikat.

Proses sertifikasi melalui tahap sebagai berikut:

  • Guru yang berhak ikut sertifikasi adalah guru dalam jabatan S1/D-IV
  • Langkah awalanya harus mengikuti tahap penilaian portopilio
  • Kemudian disusul dengan pelaksanaan diklat
  • Mengikuti ujian
  • Jika sudah lulus ujian maka guru yang bersangkutan akan mendapatkan sertifikat

Namun jika ada guru yang belum lulus dalam uji kompetensi maka dapat mengulang kembali dengan melakukan kegiatan untuk perlengkapan portopolio, kemudian dapat megikuti ujian ulang. Ujian ulang hanya boleh diikuti sebanyak dua kali, jika dua kali gagal maka akan dikembalikan ke dinas pendidikan kabupaten atau kota. Jika dalam ujian tersebut berhasil lulus maka guru tersebut bisa memperoleh sertifikat.

Sertifikasi memang sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu dunia pendidikan, mengingat kualitas pendidikan di Indonesia memang masih rendah. Disamping itu sertifikasi dapat pula untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Karena dengan mendapatkan sertifikat maka guru akan mendapatkan beberapa tunjangan dari pemerintah, antara lain tunjangan fungsional.